• GOEDANG BIOGRAFI

    Tuesday, May 10, 2016

    BIOGRAFI DAN PEMIKIRAN DANIEL DENNET



    BIOGRAFI DAN PEMIKIRAN DANIEL DENNET
    (1942-    )



    “Sebagian dari ide-ide paling indah dan dalam abad 20 berasal dari teknik,” kata filsuf Amerika Daniel Dennet dalam sebuah wawancara tahun 2004. Memang, rasa hormat sepanjang hidupnya terhadap teknik dan desain mungkin telah menjadi inspirasi bagi banyak teorinya tentang kesadaran, pikiran dan alam semesta.
                Dennet menghabiskan sebagian besar masa kanak-kanaknya di Beirut, Lebanon, sebelum pindah ke Boston, AS. Dia belajar filsafat di Harvard di bawah Quine, orang yang paling awal memberikan pengaruh kuat terhadapnya, dan menerima gelar doktor filsafat di Oxford, tempat dia diajar oleh filsuf bahasa Gilbert Ryle.
                Sepanjang kariernya, Dennet menaruh perhatian pada pertanyaan tentang bagaimana makna, desain dan moralitas muncul di alam semesta yang dimulai sebagai suatu kehampaan yang tak berbentuk dan tak bermakna. Dia mencari jawaban atas masalah ini tidak hanya dalam tulisan-tlisan para filsuf lain, tetapi juga dalam bidang biologi evolusioner, ilmu kognitif dan kecerdasan buatan.
                Inti dari filsafat Dennet ialah ide bahwa segala sesuatu di alam semesta, termasuk kesadaran, berkembang dari proses alami, bukan dari sesuatu yang bersifat supernatural. Tidak seperti Descartes, dia tidak percaya pada suatu pikiran yang terpisah dan tak berbadan. Dia mengatakan, segala aspek tentang diri kita, termasuk kepribadian dan kecerdasan kita, dapat dijelaskan dengan memperhatikan teknik yang terlibat di dalam otak kita.
                Dennet menggambarkan otak sebagai sebuah “mesin semantik”, suatu mekanisme yang dapat mengambil makna dari dunia. Bagi banyak pengritiknya, kesadaran tidak dapat dijelaskan dari segi mekanistik yang sederhana semacam itu. Jika dapat, maka struktur fisik masing-masing neuron tentu dapat memperlihatkan bagaimana otak dapat berpikir dan mengambil makna, sebagaimana struktur fisik DNA—helix ganda—mengungkapkan bagaimana ia dapat meng-copy informasi. Dennet tidak tertarik dengan isu ini. Menurut dia, yang penting bukanlah apa yang membentuk otak (neuron) tetapi apa yang dilakukan otak—kerjanya sebagai mesin semantik.
                Dennet menolak gagasan kesadaran sebagai sesuatu yang misterius. Jika sesuatu bertindak seolah-olah ia sadar, maka kita tidak punya alasan untuk mengatakan bahwa ia tidak sadar. Dia memprediksi bahwa seluruh perdebatan tentang kesadaran akan segera menjadi kuno. Ketika komputer  memasuki bidang-bidang yang dulu merupakan bidang manusia—ketika mereka dapat melucu dan menulis novel yang baik dan menjadi teman yang baik—akan makin sulit bagi para filsuf untuk mempertahankan perbedaan antara makhluk “sadar” dan “tidak sadar” ini.
                Filsafat ini menempatkan Dennet dengan kokoh di antara mereka yang melihat otak sebagai sesuatu yang tidak lebih dari komputer canggih. Dia terkenal karena pandangannya yang ekstrem tentang kecerdasan buatan, dengan mengatakan bahwa bahkan thermostat mempunyai keyakinan tentang dunia. Di sini dia tidak mengatakan bahwa thermostat itu sadar, melainkan bahwa perilakunya mengejawantahkan asumsi tentang dunia dan ini tidak dapat dibedakan, dalam efeknya terhadap dunia, dari keyakinan.
                Kembali ke pertanyaan pokok Dennet, bagaimana suatu desain canggih semacam otak manusia itu muncul di alam semesta yang pada mulanya tanpa makna dan desain? Untuk menjawab ini, Dennet berpaling ke biologi evolusioner dan Darwinisme. Melalui teorinya tentang seleksi alam, Charles Darwin mengungkap mekanisme dasar tentang terciptanya desain dari kekacauan. Dari sudut pandang filsafat, Darwin memperlihatkan bahwa ini dimungkinkan tanpa bantuan pikiran (seleksi alam yang ‘tanpa pikiran’), yang menjawab pertanyaan lama John Locke tentang mana yang muncul lebih dulu, pikiran atau materi?

    No comments:

    Post a Comment

    Most Popular

    Featured Post

    Kisah Cinta Habibie-Ainun

    Nama lengkapnya adalah Hasri Ainun Besari, namun kemudian lebih dikenal sebagai Ainun Habibie. Dia adalah perempuan yang selalu ada d...

    Fashion

    Beauty

    Travel