• GOEDANG BIOGRAFI

    Tuesday, May 10, 2016

    BIOGRAFI DAN PEMIKIRAN BOETHIUS



    BIOGRAFI DAN PEMIKIRAN BOETHIUS
    480-524



    Boethius adalah seorang filsuf Romawi yang lahir di kota Roma sekitar tahun 480. Kehidupan Boethius terputus ketika dia dieksekusi oleh Raja Gothic, Theodoric. Kemalangan besar ini membuktikan beratnya konsekuensi terhadap perkembangan pemikiran Barat. Karena ketika dipenjara dan menunggu eksekusi senator Romawi, Boethius menulis bukunya De Consolatione Philosophiae (The Consolation of Philosophy), buku yang paling luas dibaca dan berpengaruh, setelah Bibel, sampai dan sepanjang Abad Pertengahan.
    The Consolation mengambil bentuk dialog, antara Boethius dan Filsafat. Gayanya tidak biasa, yang secara berselang-seling ditulis dalam bentuk prosa dan puisi. Pemikiran dan perenungan Boethius ditulis dalam prosa, sedangkan kearifan lawan bicaranya, Filsafat, muncul dalam bentuk puisi. Buku ini digambarkan sebagai karya paling berpengaruh di Abad Pertengahan dan awal  Renaisans Kristen dan karya besar terakhir dalam sastra klasik. Di dalamnya, Boethius mempersoalkan masalah-masalah seperti peran Tuhan dalam urusan manusia, mengapa orang jahat kadang-kadang menang dan orang baik kalah, dan apakah fitrah manusia itu pada dasarnya baik atau buruk. Boethius percaya pada harmoni antara agama dan nalar, sehingga dia menjawab pertanyaan-pertanyaan keagamaan ini tanpa mengacu pada ajaran Kristen, sebaliknya dengan menggunakan filsafat klasik.
    Menghadapi eksekusi, Boethius tidak mencari penghiburan dalam iman melainkan dalam rasio. Boethius, yang terutama dimotivasi oleh Plato dalam pandangan filsafatnya, menemukan bahwa “Substansi Tuhan tidak terletak pada sesuatu yang lain selain kebaikan”. Dengan kata lain, bagi Boethius, Tuhan dan “Kebaikan” adalah sinonim. Ini merupakan perkembangan teologis yang menarik karena Boethius dihormati sebagai seorang sarjana Kristen. Karena Filsafat menunjukkan kepada Boethius bahwa selama seseorang itu baik dia adalah tuhan. “Mereka yang memperoleh ketuhanan menjadi tuhan. Meskipun setiap orang yang bahagia adalah tuhan, menurut fitrahnya hanya ada satu Tuhan, tetapi mungkin banyak menurut partisipasinya.”
    Penemuan bahwa Tuhan sinonim dengan Kebaikan mendorong Boethius untuk memikirkan masalah kejahatan (lihat Epicurus). Solusi Boethius pada dasarnya bersifat Aristotelian, yang memandang takdir tuhan seperti penonton alam semesta dan bukan sebagai agen perantara. Ini berarti menyangkal Tuhan sebagai dzat yang mahakuasa. Namun demikian, ada unsur-unsur retribusi karma dalam filsafat Boethius. Karena dia menganggap bahwa mereka yang melakukan keburukan akan mengalami keburukan yang lebih besar jika mereka tidak tertangkap dibanding mereka yang tertangkap. Namun, logika Boethius bersifat rasional dan bukan mistis. Mereka yang menghindari hukuman tetap buruk, dan bukan baik, dan karena itu semakin menjauhkan diri dari berkat dan kebahagiaan tertinggi. “Orang yang bijak selalu kuat, dan orang jahat selalu lemah,” kata Boethius, “karena keduanya menginginkan kebaikan tetapi hanya orang bijak yang mendapatkannya.”
    Boethius selanjutnya membahas masalah perenial tentang kehendak bebas dan determinisme. Masalah itu muncul baginya karena paradoks antara manusia yang bebas untuk memilih apakah akan menjadi baik atau jahat, dan mahatahu Tuhan tentang segala sesuatu yang akan terjadi. Jika Tuhan tahu bahwa Anda ingin melakukan sesuatu sebelum Anda melakukannya, Anda hampir tidak dapat melakukan yang sebaliknya. Tetapi jika Anda tidak dapat melakukan yang sebaliknya maka berarti Anda tidak punya kehendak bebas. Solusi Boethius adalah kompromi yang kurang memuaskan yang memungkinkan perantaraan manusia bebas berkenaan dengan pilihan moral. Namun demikian, tidak dapat disangkal bahwa karya Boethius, yang ditulis di bawah ancaman eksekusi, merupakan mahakarya ketulusan filosofis yang setara dengan The Last Days of Socrates.

    No comments:

    Post a Comment

    Most Popular

    Featured Post

    Kisah Cinta Habibie-Ainun

    Nama lengkapnya adalah Hasri Ainun Besari, namun kemudian lebih dikenal sebagai Ainun Habibie. Dia adalah perempuan yang selalu ada d...

    Fashion

    Beauty

    Travel