• GOEDANG BIOGRAFI

    Saturday, May 7, 2016

    William Sang Penakluk, Penakluk Inggris dari Normandia



    William Sang Penakluk
    Penakluk Inggris dari Normandia



    Pangeran William dari Normandia datang ke Inggris dengan beberapa ribu menyeberangi selat yang memisah daratan Benua Eropa dan negara David Bekham dengan tekad jadi penguasa Inggris dan berhasil menaklukkannya.

    Lahir di Falaise sebuah kota di Normandia, Perancis pada tahun 1027. Dia adalah satu-satunya putera Robert I, Pangeran Normandia. Robert meninggal dunia tahun 1035 tatkala dalam perjalanan pulang berziarah ke Darussalam. Sebelum keberangkatannya dia sudah menunjuk William sebagai ahli warisnya. Jadi, pada umur delapan tahun, William sudah menjadi Pangeran Normandia.
    Tahun 1042, ketika Williarn menginjak usia pertengahan belasan tahunnya, dia diangkat jadi perwira militer kehormatan. Sesudah itu dia punya peranan pribadi dalam peristiwa-peristiwa politik. Pecahlah kemudian serentetan pertempuran melawan baron-baron feodal Normandia yang pada akhirnya dapat dimenangkan William yang memantapkan kedudukannya. Tahun 1603 dia berhasil menaklukkan Maine, provinsi tetangganya dan di tahun 1064 dia juga berhasil diakui sebagai penguasa Brittania dan beberapa propinsi lainnya yang ada di dekatnya.

    Menjadi Penguasa Inggris
    Raja Edward dari Inggris yang berkuasa dari tahun tahun 1042 hingga 1066 memang tak berputera satu pun. William pun ingin menjadi pengganti dari raja Edward. Dari sudut hubungan darah, tuntutan William menggantikan Edward adalah lemah. Hubungan darah dia dengan raja Edward hanyalah lewat ibu raja Edward. Ibu Edward adalah adik perempuan kakek William. Tetapi, di tahun 1051, barangkali dipengaruhi oleh cara William menunjukkan bahwa dia punya kesanggupan, Edward menjanjikan William untuk menjadi penggantinya.
    Ketika Edward meninggal tahun 1066, Harold Goldwin selaku ipar dari Edward menuntut mahkota Kerajaan Inggris buat dirinya sendiri dan sebuah badan yang namanya "Witan" (badan yang beranggotakan para bangsawan yang lazim ambil bagian dalam pengambilan keputusan siapa-siapa yang jadi pemegang mahkota kerajaan) memilihnya jadi raja baru. William pun tek terima dengan pengangkatan itu dan dia mengambil keputusan untuk menyerbu Inggris untuk merebut tahta dengan kekerasan senjata.

    Serangan ke Inggris
    Pada awal Agustus tahun 1066, William yang telah menghimpun armada dan angkatan bersenjata di pantai Perancis berangkat ke Inggris. Tetapi, ekspedisi itu ditunda beberapa minggu menunggu meredanya angin buruk dari utara. Sementara itu, Raja Norwegia Harald Hardraade melancarkan serangan terpisah terhadap Inggris melintasi laut utara. Harold Goldwin menyiagakan pasukannya di sebelah selatan Inggris, siap menghadapi serangan William. Dengan demikian dia harus mengerahkan pasukannya ke sebelah utara Inggris untuk menghadang serangan orang-orang Norwegia. Tanggal 25 September, dalam pertempuran di Stamford Bridge raja Norwegia tewas dan tentaranya berantakan.
    Hanya dua hari kemudian angin berubah di Selat Kanal dan William bergegas mengerahkan pasukannya ke Inggris. Harold pun buru-buru menggerakkan pasukannya kembali ke selatan menghadapi William. Kedua angkatan bersenjata bertemu tanggal 4 Desember 1066 dalam sebuah pertempuran terkenal di Hastings. Raja Harold sendiri terbunuh pada pertempuran itu. Akhirnya William dinobatkan menjadi raja Inggris di London pada hari Natal.
    Setelah lima tahun, pecahlah beberapa pemberontakan, namun William sanggup membasminya. William menggunakan dalih pemberontakan ini untuk  alasan menyita semua tanah di Inggris dan memaklumkan bahwa semua tanah itu miliknya pribadi. Banyak dari tanah-tanah itu kemudian dibagi-bagikan kepada pengikut-pengikut orang Norwegianya yang menguasai tanah itu dalam kondisi feodal selaku vassalnya. Akibatnya, seluruh aristokrasi Anglo-Saxon ditanggalkan, diganti oleh orang-orang Norwegia.
    William menikah dan punya empat putera dan lima puteri. Dia meninggal tahun 1087 di kota Rouen, Perancis Utara. Sejak saat itu tiap raja di Inggris merupakan keturunannya langsung. Anehnya, kendati William Sang Penakluk ini mungkin merupakan raja terpenting di Inggris, dia sendiri bukanlah orang Inggris, melainkan Perancis. Dia dilahirkan di Perancis dan tutup hayat di Perancis, menghabiskan sebagian besar masa hidupnya di sana dan cuma bisa berbahasa Perancis. (Dia kebetulan seorang buta huruf).
    Dalam hal mengukur arti penting pengaruh William dalam sejarah satu hal yang paling mesti diingat adalah hanya Williamlah orang Norman yang melakukan penaklukan atas Inggris. William bukanlah pengganti mahkota Kerajaan Inggris yang semestinya. Kalau saja dia terjauh dari ambisi pribadi dan kemampuan, tak akan ada alasan sejarah perlunya orang Norman melakukan penyerbuan. Inggris tak pernah mendapatkan serbuan dari Perancis sejak penaklukan Romawi 1000 tahun sebelumnya. Tak pernah terjadi penaklukan yang berhasil dari Perancis (atau dari mana pun) selama sembilan abad kecuali oleh William Sang Penakluk.

    No comments:

    Post a Comment

    Most Popular

    Featured Post

    Kisah Cinta Habibie-Ainun

    Nama lengkapnya adalah Hasri Ainun Besari, namun kemudian lebih dikenal sebagai Ainun Habibie. Dia adalah perempuan yang selalu ada d...

    Fashion

    Beauty

    Travel