• GOEDANG BIOGRAFI

    Tuesday, June 7, 2016

    Mereka Diberi Kesempatan Kedua: Kisah Perjuangan Hidup Augie Fantinus

    Mereka Diberi Kesempatan Kedua: Kisah Perjuangan Hidup 
    Augie Fantinus



                Kamis 18 Oktober merupakan kejadian yang membuatnya Augie bersyukur atas karunia Tuhan atas diberinya kesempatan yang kedua kalinya untuk menghirup kehidupan dunia ini. Kejadian itu bermula saat Augie Fantinus (33) bersama tim basketnya Happy Ballers yang beranggotakan sesama selebritas seperti Mario Lawalata, Samuel Rizal, Udjo, Yosi P-Project, Bams Samson dan lainnya membuka acara dengan joget Gangnam Style. Saat itu Augie tampil begitu bugar dan bersemangat dengan mengenakan seragam basket. Augie memang dikenal sebagai presenter yang lucu, menghibur sering memancing tawa dan rasa gemas orang-orang disekelilingnya.
                Pertandingan basket pun dimulai. Augie yang sejak kecil hobi bermain basket begitu gigih memasukkan bola ke dalam keranjang diselingi dengan tingkah lucunya sehingga membuat penonton tertawa. Baru dua menit pertandingan dimulai saat ia sedang mendribel bola di lapangan, tiba-tiba Augie merasa ada yang menusuk dada kirinya. Tapi ia tidak mempedulikan dan yakin bahwa sakit di dadanya itu akan segera hilang. Sambil terus memegang dadanya ia fokus pada pertandingan. Namun langkahnya terhenti pada dua menit sesudahnya. Seketika tubuhnya kehilangan tenaga. Wajahnya membiru, nafasnya berat, dadanya semakin sesak. Tangan kirinya pun kram dan kesemutan.
    Ia pun minta pergantian pemain. Badannya terasa lemas tidak kuat berdiri dan duduk, inginnya hanya tiduran. Teman-teman satu timnyya menghampiri dan menganjurkan Augie untuk dibawa ke rumah sakit. Melihat kondisi Augie, Jul menyarankan agar Augie batuk-batuk agar keadaan membaik. Ia pun mengikuti sarannya dan merasa lebih lega. Tapi sakit di dada kirinya masih dan membuatnya sesak.  Augie langsung diangkat oleh panitia dan rekan-rekannya dibawa ke klinik sekolah. Disana diberi oksigen dan juga obat pertolongan pertama untuk membuka pembuluh jantung. Tak lama kemudian ia dilarikan ke Rumah Sakit Royal Utama, Daan Mogot, Jakarta.
                Sesampai di rumah sakit, ia diperiksa di UGD, diinfus dan jantungnya langsung diperiksa. Hasil sementara jantungnya memang bermasalah. Saat itu Jul langsung menghubungi ibunda Augie. Ibunya merasa kaget dan mengamanatkan untuk dipindah ke rumah sakit Medistra, Jakarta. Perjalanan menuju RS Medistra merupakan saat-saat yang mendebarkan bagi kehidupannya. Ini merupakan pengalaman pertama kali berada di ambulans bersama dokter dan suster serta suara ambulans.
    Dadanya yang masih terasa tertusuk dan nafasnya dibantu oksigen. Deru laju ambulans diiringi suara sirine membuatnya merasa tidak nyaman. Ditambah dengan suara klakson bersahutan yang menyadarkan dirinya berada di dalam kemacetan lalu lintas. Perasaanya semakin cemas jika tidak segera sampai rumah sakit,  sedang bapak, ibu dan keluarganya berada di Bandung khawatir tidak sempat bertemu dengan mereka. Ia takut hidupnya tidak lama lagi apalagi kalau mengingat ucapan dokter jika jantungnya tidak segera ditangani maka ia tidak bisa selamat.  Ditengah kegalauannya itu ia hanya bisa memasrahkan kepada Yang Maha Kuasa.
                Sesampainya di Medistra, Augie langsung dibawa ke ruang pemeriksaan angio untuk dilakukan tindakan kateter (pemeriksaan jantung untuk mengetahui masalah yang terjadi pada jantung pasien) dan penyinaran X-ray pada jantungnya hal ini dilakukan jika ada penyempitan pada pembuluh darah maka akan dilakukan pemasangan ring. Tapi dugaan itu meleset, dokter mengatakan ada pembekuan darah di pembuluh jantung yang membuat oksigen tidak bisa masuk ke jantung. Darah yang menggumpal dalam tubuh Augie segera dibersihkan dan diberikan obat pengencer darah dalam waktu 24 jam. Keadaannya membaik kemudian dimasukkan ke ruang ICCU.
                Esoknya pukul 06.00 Augie mendapat serangan kedua. Kakak Augie, Aldo segera memanggil dokter. Setelah dilakukan pemeriksaan dokter merasa ada yang aneh. Jika melihat grafik di monitor detak jantung berjalan normal yang seharusnya tidak ada keluhan. Dokter memberikan obat penghilang rasa sakit melalui infus sambil darah terus diencerkan dan terus dilakukan pemantauan.
                Pada pukul 20.00 dilakukan tindakan kateter tapi gagal lagi. Dokter mengatakan ada yang aneh. Darah Augie sudah kembali membeku dan menutup pembuluh jantung padahal sudah diberi oebat pengencer darah untuk 24 jam. Dokter kembali melakukan observasi, akhirnya diambil kesimpulan bahwa ada masalah dengan darah Augie. Darahnya kental dan cepat membeku.
                Obat pengencer darah juga diberikan melalui injeksi di perut selain diminum. Untuk ukuran normal INR (keenceran darah) berada pada 1.3 hingga 1.5, tapi bagi Augie kekentalan darah dikatakan normal jika berada pada angka 2 hingga 3. Selama 12 hari Augie dirawat di rumah sakit. Karena kekentalan darahnya normal (2.8) ia diperbolehkan keluar rumah sakit dan melakukan perawatan dirumah. Ibunda Augie merasa bahagia atas kepulangan anaknya, ia terus memberi nasehat kepada Augie agar makan teratur, minum obat teratur dan jangan terlalu lelah.
                Setelah tiga hari kepulangan dari rumah sakit, Augie dikejutkan kembali dengan darah yang memenuhi bajunya saat bangun tidur. Ibunya sangat panik melihat baju putranya penuh darah. Segera Augie dibawa ke rumah sakit. Setelah diperiksa ternyata darahnya terlalu encer, kekentalannya 3.4. Ini karena efek dari obat pengencer. Untuk itu dokter menyuruh untuk menghentikan pemakaian obat pengencer darah. Di hari ketiga ia tidak mengeluarkan darah saat  tidur, diketahui kekentalan darahnya 2.0 berada di garis normal.
                Empat hari setelah itu, ia memeriksakan kembali jantungnya. Hasilnya kondisi jantungnya sehat dan pompa jantungnya juga bagus. Meski begitu dokter menyarankan untuk tetap harus melakukan pemeriksaan. Kelegaan Augie semakin bertambah dengan berkurangnya dosis obat pengencer yang semula 3 tablet sehari berkurang menjadi 2 tablet. Dua minggu kemudian Augie melakukan pemeriksaan INR dan hasilnya bagus. Tapi Augie masih merasa aneh kenapa setiap pagi masih keluar darah. Darah terus saja keluar dari gusi meski kekentalan berada di ambang normal. Untuk menjawab kekhawatiran dan kegelisahannya itu, ia mencari second opinion dengan memeriksakan diri ke Singapura.
                Augie  menjalani pengobatan di Singapura selama sepuluh hari. Hasil pemeriksaaan mengatakan bahwa keluarnya darah dikarenakan infeksi pada gigi dan gusi gerahamnya. Dokter menyarankan untuk segera dilakukan operasi gigi untuk menghentikan pendarahan. Operasi dilakukan setelah seminggu berada di Singapura karena harus menetralkan darah yang terlalu encer. Dokter menyarankan agar Augie selalu menjaga kesehatannya. Jangan sampai terjadi serangan ketiga. Jika terjadi lagi pembekuan baik di jantung, otak atau organ lainnya nyawanya bisa tak tertolong. Setelah dilakukan operasi keadaan Augie semakin membaik. Ia jadi mengetahui bahwa kekentalan darah ini genetik. Augie jadi ingat waktu kecil saat berumur 7 tahun pernah mengalami pembekuan darah di otak yang membuatnya lumpuh sebelah sehingga harus melakukan terapi berjalan.
                Ia percaya bahwa cobaan ini merupakan kasih sayang Tuhan. Ini terjadi karena atas kehendakNya dan untuk kebaikan dirinya. Ketika kamis sore ia mendapat serangan jantung. Pada hari itu juga ia langsung ditangani oleh dokter ahlinya karena esoknya dokter harus ke Amerika. Sedang Augie pada hari jumatnya harus ke Bali untuk mengisi acara. Ia sangat bersyukur kejadian itu sebelum dia berangkat ke Bali bagaimana jadinya jika pada saat berada di pesawat. Ini menunjukkan bahwa Tuhan sudah mengatur semuanya. Kejadian ini dianggapnya sebagai cara Tuhan untuk memberikan kesempatan hidup kedua kalinya.
                Semenjak sakit bobotnya menyusut 5 kg. Menurut Augie kekentalan darah yang ia alami seperti polisi yang mengingatkan agar lebih dekat dengan Tuhan dan keluarga. Ia jadi lebih memperhatikan pola makan, istirahat dan menjaga darah agar terus normal. Namun kondisi fisiknya saat ini membuatnya tidak diperbolehkan melakukan hobi bermain sepak bola dan basket. Bagi Augie ini merupakan hal berat tapi ia harus rela menerimanya demi kesehatannya.
    Namun, setahun kemudian dari kejadian itu, ternyata Augie tidak kapok bermain basket lagi. Serangan jantung yang pernah dirasakannya itu tidak membuatnya trauma. Untuk menjaga kesehatannya ia rajin memeriksakan diri ke dokter. Setelah diketahui memiliki riwayat penyakit jantung, ia disarankan oleh dokter untuk mengkonsumsi obat tertentu untuk menjaga kesehatan jantungnya.
                Menurut dr. Aru W. Sudoyo, KHOM, FINASIM, FCAP ahli penyakit dalam FKUI bahwa kekentalan darah ini terjadi akibat kurangnya trombosit (zat yang berperan dalam pembekuan darah) dalam darah. Akibatnya darah mudah lekat antara satu dengan lainnya. Kekentalan darah bukanlah penyakit melainkan genetik sehingga tidak ada obat yang bisa mengobatinya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mengencerkan darah dengan minum obat dalam jangka panjang.
                Kekentalan darah ini dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, tidak menjaga kolesterol dalam tubuh dan stres dapat memicu tingginya resiko. Jika orang memiliki kekentalan darah dan memiliki kebiasaan merokok atau memiliki kolesterol tinggi maka darah akan semakin sulit mengalir. Hal ini dikarenakan kolesterol yang menempel pada pembuluh darah akan membuat pembuluh darah menyempit. Rokok dapat merusak pembuluh darah bagian dalam (endotel) yang berperan mengaktifkan sistem pembekuan darah. Cara untuk mendeteksinya dengan pemeriksaan darah khusus kekentalan darah atau Anticardioliphin antibodies (ACA). Seluruh organ yang dilalui darah akan terkena dampak gangguan ini. Pada mata menyebabkan kebutaan, pada telinga menyebabkan tuli, pada otak menyebabkan stroke dan pada jantung menyebabkan serangan jantung tiba-tiba hingga kerusakan katup. Pada perempuan kekentalan darah bisa menyerang organ reproduksi. Akibatnya bisa memicu keguguran, kelahiran prematur dan infertilitas.

    No comments:

    Post a Comment

    Most Popular

    Featured Post

    Kisah Cinta Habibie-Ainun

    Nama lengkapnya adalah Hasri Ainun Besari, namun kemudian lebih dikenal sebagai Ainun Habibie. Dia adalah perempuan yang selalu ada d...

    Fashion

    Beauty

    Travel