• GOEDANG BIOGRAFI

    Friday, June 10, 2016

    The Second Chances: Kisah Mati Suri Azlina



    The Second Chance's: Kisah Mati Suri Azlina


                Kisah mati suri hingga kini terus menjadi berita menarik. Begitu pun kisah yang pernah dialami olah Azlina tahun 2006 di usianya ke 24 tahun. Kejadian ini tentu membuat heboh warga desa Pematang Duku, kecamatan Bengkalis. Antara percaya dan tidak dengan cerita mati suri itu. Wanita yang biasa dipanggil Iin ini merupakan mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bengkalis yang mengalami mati suri selama dua jam dan koma dua hari dua malam. Gadis yang bekerja di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), Bengkalis mengaku selama mati suri diperlihatkan berbagai kejadian alam barzah dan akhirat serta beberapa kejadian yang menyangkut amal dan perbuatan selama di dunia.
                Azlina adalah seorang anak yatim yang hidup sederhana. Sejak kecil beberapa cobaan telah datang pada dirinya. Pada umur tujuh tahun tubuhnya terbakar api sehingga harus menjalani dua kali operasi. Menjelang SMA ia termakan racun, oleh karena itu ia menderita selama tiga tahun. Sejak usia 20 tahun lalu ia menderita penyakit kelenjar gondok alias hipertiroid. Gondok menyebabkan beberapa kerusakan pada jantung dan matanya. Karenanya pada tanggal 25 Agustus 2006 ia ditemani pamannya berobat ke rumah sakit Mahkota Medical Center (MMC) Malaka, Malaysia. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter mengatakan bahwa operasi baru bisa dilakukan setelah tiga bulan karena tekanan darah  tinggi. Jika dioperasi akan terjadi pendarahan. Oleh karena itu Azlina hanya diberi obat. Namun kondisinya lemah, ia merasa gelisah dan memaksa pamannya untuk dibawa ke Rumah Sakit Mahkota lagi pada pukul 12 malam. Ia langsung dimasukkan ke Unit Gawat Darurat (UGD). Saat itu denyut jantung dan nafasnya sesak lalu dibawa ke ruang perawatan.
    Namun esoknya 26 Agustus 2006 kondisi anak sulung dari tiga bersaudara ini kritis. Jika dilihat dengan kasat mata Azlina tampaknya seperti mau mengahadapi kematian. Detak jantung melemah dan tepat pukul 02.00 waktu Malaysia, indikator monitor memperlihatkan denyut jantung berupa garis lurus. Pamannya sempat memandu membaca dua kalimat syahadat dan kalimat toyibah (Laailaahaillallah) sebanyak dua kali. Azlina juga sempat melafazkan syahadat dan kalimat toyibah saat ajal menjemput. Rustam melihat Azlina koma dan dinyatakan tidak bernyawa sekitar 1 jam. Kemudian menanyakan ke suster bahwa Azlina dalam kondisi kosong. Memang saat itu dokter belum memberikan pernyataannya mengenai kondisi Azlina. Namun Rustam dan beberapa anggota keluarga menyaksikan Azlina seperti sudah meninggal.
                Hal ini tentu membuat Rustam sedih, kemudian beberapa dokter MMC Malaka memeriksa dan mengecek kondisi Azlina. Rustam sempat menghubungi keluarganya di Bengkalis memberitahu kondisi terakhir Azlina dan bagaimana besok membawa jenazah Azlina. Setelah dua jam ditangani dokter, monitor terlihat bergerak menandakan denyut jantung Azlina berdenyut kembali. Untuk perawatan lebih lanjut dia kemudian dimasukkan ke ruang ICU. Setelah dua hari dua malam kemudian ia dinyatakan melewati masa kritis. Hari kedua Azlina sadar sekitar jam 3 sore, kalimat pertama yang diucapkan adalah “ Pak pulang, Iin takut”. Hari keempat kalimat yang diucapkan, “Pak, mati itu sakit”.
                 Saat masa kritis, Azlina mengaku melihat ketika nyawanya dicabut oleh malaikat. Waktu itu nyawanya dicabut dari kaki kanan oleh malaikat. Sakitnya seperti ditusuk pedang, seperti binatang dikuliti hidup-hidup. Setelah roh berpisah dengan jasad, Azlina menyaksikan orang-orang yang masih hidup  ada dokter dan pamannya serta jasadnya yang terbujur kaku di tempat tidur. Pamannya menuntun kalimat toyibah dan syahadat. Setelah itu datang dua malaikat serba putih mengucapkan Assalamu’alaikum kepada ruh Azlina. Malaikat itu tampak besar, bentuk laki-laki tapi mukanya sama, berpakaian ihrom. Wajahnya sulit digambarkan. Kalau memanggil rasanya jantung mau copot dan gemetar. Malaikat itu pun menanyakan: “Siapa Tuhanmu?”, ruh Azlina menjawab: “Alloh.” “Siapa pemimpinmu ?”, ruh Azlina menjawab : “Muhammad SAW”.  “Apa agamamu”, ruh Azlina menjawab: “Islam.” “Siapa kedua orangtuamu” dan “Siapa mahrommu”. Ruh Azlina menjawab semua pertanyaan itu dengan lancar.
    Kemudian dibawa dua malaikat menuju ke suatu tempat. Azlina mempunyai keinginan untuk bertemu dengan ayahnya bernama Hasan Basri yang sudah lama meninggal. Di tempat itu Azlina bertemu dengan sosok pria muda berusia 17 – 20 tahun dengan wajah bersinar dan berseri-seri. Melihat pria muda itu, Azlina tetap ingin bertemu dengan ayahnya. Kemudian malaikat itu memberi tahu bahwa sosok pria muda itu adalah ayahnya. Azlina tidak menyangka karena ayahnya meninggal pada usia 55 tahun. Kemudian sang ayah menanyakan maksud kedatangan Azlina. Dia menjawab semata-mata untuk memenuhi panggilan Alloh SWT. Ayahnya menangis dan menyuruh Azlina pulang karena di rumah tidak ada orang kasihan ibu dan adik-adiknya. Namun Azlina tetap menjawab bahwa janjinya pada Alloh sudah sampai. Namun tiba-tiba ayahnya terus menghilang.
    Setelah berdialog dengan ayahnya, Azlina dibawa oleh dua malaikat menuju suatu tempat yang dipenuhi wanita memakai baju rapi dan berjilbab. Disitu dia dicium pipi kanan dan kiri wanita-wanita muslimah tersebut. Tidak hanya itu Azlina juga bertemu dengan 1000 malaikat dengan wajah berseri dan seluruhnya sama.  Di tempat itu Azlina duduk di kursi yang empuk seakan dilapisi dengan delapan busa. Tiba-tiba sosok wanita yang mirip dengan dirinya menghampiri. Wanita yang berada di sebelah kanannya itu berkata bahwa dirinya adalah amal ibadahnya selama di dunia yang akan menemaninya sampai yaumul akhir. Kemudian saat duduk, Azlina ditemani amalnya dan dua malaikat menyaksikan beberapa kejadian di akhirat.
                Kejadian itu diantaranya ada seorang pria berpakaian compang-camping, badannya berlumuran darah nanah dan bau busuk. Tangan dan kakinya dirantai sementara di atasnya memikul besi seberat sekira 500 ton. Melihat kejadian itu Azlina bertanya pada amalnya. Pria tersebut rupanya semasa hidupnya suka membunuh dan menyantet orang dan tidak pernah bertanggungjawab semasa hidupnya. Kemudian Azlina melihat seorang laki-laki menghujamkan besi / timah panas pada kemaluannya hingga menembus. Dia selama hidup di dunia adalah pezina. Kejadian selanjutnya Azlina melihat seseorang yang disebat dengan rotan panjang hingga kulit dan dagingnya mengelupas. Orang tersebut selama hidupnya tidak pernah sholat bahkan menjelang ajal tak pernah menyebut syahadat.
                Disitu juga tampak dua pria saling membunuh dengan kapak. Ternyata orang tersebut selama hidup di dunia suka bertengkar dan mengancam orang lain. Kejadian terakhir seorang ibu yang dihempaskan ke lantai berkali-kali. Di lantai tersebut ada pisau yang berdiri tegak dan ibu itu tersungkur lalu pisau itu mengenai tubuhnya hingga mati. Gambaran itu menunjukkan selama hidupnya merupakan anak durhaka yang tidak mengakui ibunya yang pikun bahkan malu kepada orang lain.
    Setelah diperlihatkan kejadian dan gambaran kehidupan manusia, ia kemudian melewati malam yang sangat gulita sehingga tidak bisa melihat amal dan dua malaikat yang mendampinginya. Ketika kakinya berjalan tiga langkah, terdengar suara orang berdzikir, Subhanalloh, Alhamdulillah, Allohuakbar kemudian amal menyuruh untuk segera menangkap suara tersebut. Tapi Azlina tidak bisa menangkap, tiba-tiba lehernya dikalungi seutas rantai berupa tasbih sebanyak 99 butir. Terdengar suara yang memerintah Azlina untuk berzikir sepanjang perjalanan.
                Dia berjalan sepuluh langkah, tapi itu sama dengan 10 jam waktu di dunia. Saat sampai pada langkah ke tujuh, dia melihat wadah menyerupai tapak sirih berisi cahaya yang terpancar melalui lobang-lobangnya. Berkat cahaya itu ia bisa membaca tulisan arab yang berbunyi “Khusnul Khotimah”. Di belakang tulisan arab itu terdapat gambar Ka’bah. Ketika melihat tulisan dan gambar Ka’bah, dia dan amalnya mengucapkan Alhamdulillah. Azlina mendekati cahaya itu dan mengambilnya kemudian disapukan ke mukanya. Malam yang gelap gulita itu menjadi terang benderang.
                Setelah berjalan jauh, ia mendengar suara adzan yang tidak seperti di Indonesia, namun berada Mekkah. Dia meminta waktu kepada amalnya untuk menunaikan sholat. Setelah mengerjakan sholat, Azlina hijrah ke tempat lain dengan perjalanan selama 40 hari. Tempat yang dituju adalah Masjid Nabawi di Madinah. Di masjid itu ia menyaksikan makam Nabi Muhammad dan sahabatnya. Di makam Nabi itu terdapat pintu bercahaya, terlihat sosok Nabi Muhammad yang sedang memberi makan fakir miskin. Dia diperlihatkan kejadian yang menakjubkan, tiba-tiba cahaya “Khusnul Khotimah” lepas dari tangannya berubah menjadi api yang menerangi ruangan, sehingga makam Nabi terlihat jelas. Dari balik makam Nabi terlihat sosok manusia berawajah ganteng menyerupai malaikat, kulit kuning langsat, mata sayu, pandangan luas terbentang dan tajam. Raut mukanya seperti orang Asia yaitu oval tapi tidak kelihatan kepalanya. Tapi Azlina yakin bahwa sosok manusia itu adalah Nabi Muhammad.
                Melihat peristiwa itu, lantas Azlina menanyakan kepada malaikat dan amalnya. “Mengapa cahaya itu menerangi Nabi Muhammad sehingga dirinya bisa melihat dan mengapa Nabi bercahaya?”. Jawaban malaikat dan amalnya bahwa Azlina adalah orang yang mendapat syafaat dan hidayah dari Alloh. Mengenai wajah nabi yang bercahaya, karena selama mengembangkan agama Islam selalu mendapat tantangan. Setelah itu Azlina dan pengawalnya berbalik arah untuk pulang.
                Ketika perjalanan pulang dia menyaksikan kembali jutaan umat manusia sedang disiksa dan menderita di sebuah lapangan. Orang-orang tersebut meronta-ronta agar kiamat dipercepat karena mereka sudah tidak tahan lagi dengan siksaan. Mereka mengaku menyesal selama hidup di dunia dan meminta dihidupkan kembali untuk bertaubat. Jarak Azlina dengan mereka hanya lima meter, meskipun dekat Aslina tidak bisa memberikan pertolongan.
    Selama melihat kejadian itu, Azlina membaca Al-Qur’an 30 juz, hafidz (hafal) dan khatam tiga kali. Membaca yasin sebanyak 1000 kali dan shalawat ke seluruh nabi dengan harapan manusia yang Alloh siksakan terampuni dosanya. Tapi sayang Alloh tidak mengampuni dosa-dosa mereka. Azlina berlari sepanjang Arab Saudi seperti sepanjang Sabang sampai Merauke sambil menangis melihat kejadian itu.  Ia diminta oleh malaikat untuk berdzikir selama dua abad atau dua pertukaran zaman.  Hal ini ditandai dengan 1 Syawal yang jatuh pada 31 Desember. Ia juga diperlihatkan apa yang terjadi pada dirinya dikemudian hari. Setelah itu Azlina mendengar suara yang seperti ditujukan padanya berupa peringatan agar sadar dan menyampaikan apa yang sudah diperlihatkan Alloh tadi kepada umat manusia. Saat Azlina berdzikir ia kembali merasakan detak jantung dan hidup kembali.
    Dari pengalaman mati suri ini Azlina mengajak agar segera bertaubat dan beramal shaleh serta tidak melanggar aturan Alloh. Menurut keterangan pamannya Rustam Effendi bahwa dulunya Azlina merupakan sosok yang pendiam dan kurang percaya diri . Tapi setelah kejadian tersebut dia berubah mulai dari penampilan hingga tingkah lakunya. Bahkan warna kulitnya pun lebih bersih dan berseri. Dan selama ini dia lebih rajin mengerjakan sholat tahajud dan membaca Al-Qur’an.
    Fenomena mati suri diteliti oleh seorang yang meraih gelar doktor filsafat dari Universitas Virginia dr Raymond A Moody. Hasilnya rata-rata yang memiliki pengalaman mati suri memasuki lorong waktu dan ingin dikembalikan ke dunia. Catatan  ini juga dilengkapi dengan penjelasan instruktur ESQ Legisan Sugimin yang mengutip Al-Qur’an yang menjelaskan orang yang mati ingin dikembalikan ke dunia. Sedang menurut Prof Komaruddin Hidayat, pengalaman mati suri, hanya memperkuat keyakinan agama. Secara ilmiah sulit dibuktikan tapi sulit diingkari. Anggota badan baik itu lidah, tangan, mata, kaki dan lain-lain akan merekam seluruh aktivitas manusia. Kalau rekamannya bagus maka akan diberi fasilitas yang nyaman. Pesan moralnya bahwa kehidupan manusia tidak berhenti di dunia saja, akan berlanjut di akhirat. Orang yang sudah pernah mengalami mati suri umumnya akan berubah total hidupnya. Mereka berusaha untuk melakukan perubahan hidupnya menjadi lebih baik. Misal yang dulunya tidak beribadah menjadi banyak ibadah, yang dulunya tidak membayar jadi membayar pajak. 

    No comments:

    Post a Comment

    Most Popular

    Featured Post

    Kisah Cinta Habibie-Ainun

    Nama lengkapnya adalah Hasri Ainun Besari, namun kemudian lebih dikenal sebagai Ainun Habibie. Dia adalah perempuan yang selalu ada d...

    Fashion

    Beauty

    Travel